,

Udang Vaname Dominasi Komoditas Perikanan di Sulteng

oleh -24 Dilihat

Sektor perikanan Sulawesi Tengah (Sulteng) kini mencatatkan prestasi gemilang melalui komoditas Udang Vaname. Saat ini, Udang Vaname resmi mendominasi total produksi perikanan budidaya di seluruh wilayah provinsi tersebut. Bahkan, angka ekspor komoditas ini terus merangkak naik seiring dengan tingginya permintaan dari pasar mancanegara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong para petambak untuk mengadopsi teknologi budidaya intensif. Oleh karena itu, hasil panen dari berbagai daerah seperti Parigi Moutong dan Donggala kini menunjukkan kualitas yang sangat kompetitif. Keberhasilan ini memperkuat posisi Sulteng sebagai salah satu lumbung udang nasional yang strategis.

Pemicu Utama Pertumbuhan Produksi

Kondisi geografis pesisir Sulawesi Tengah sangat mendukung pengembangan tambak udang skala besar. Selain itu, dukungan infrastruktur yang memadai mempercepat proses distribusi dari tambak menuju pabrik pengolahan. Sebab, pemerintah daerah fokus memperbaiki akses jalan dan jaringan listrik di sekitar kawasan pesisir.

Akibatnya, efisiensi biaya produksi kini menjadi lebih baik bagi para pengusaha lokal. Namun, para petambak harus tetap waspada terhadap tantangan perubahan iklim yang bisa mempengaruhi kualitas air tambak. Selanjutnya, dinas terkait rutin memberikan pendampingan teknis mengenai cara menjaga sanitasi tambak agar bebas dari serangan penyakit.

Produksi Udang Vaname Bombana Tertinggi di Sultra – Lentera Sultra

Baca juga:Jembatan Palu IV Ditargetkan Rampung Desember, Siap Jadi Ikon Baru

Strategi Ekspor dan Nilai Tambah

Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng kini mengarahkan fokus pada peningkatan nilai tambah produk. Bahkan, mereka mendorong para pengusaha untuk mengirimkan udang dalam bentuk olahan, bukan lagi sekadar bahan mentah. Oleh sebab itu, pembangunan pabrik pembekuan (cold storage) kini semakin menjamur di titik-titik pusat produksi.

“Kami melihat potensi Udang Vaname ini masih sangat luas untuk berkembang. Oleh karena itu, kami terus mempermudah regulasi bagi investor yang ingin membangun industri hilir di Sulteng,” ujar salah satu pejabat dinas perikanan setempat.

Selanjutnya, pemerintah terus menjalin komunikasi dengan mitra dagang dari Tiongkok dan Jepang. Dengan demikian, pangsa pasar Udang Vaname dari Sulawesi Tengah akan semakin stabil dan menguntungkan dalam jangka panjang.

Dampak Positif bagi Ekonomi Masyarakat

Pertumbuhan industri udang ini memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga di pesisir. Sebab, ribuan lapangan kerja baru tercipta melalui aktivitas tambak dan proses pengemasan. Oleh karena itu, ekonomi desa-desa pesisir kini bergerak lebih dinamis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berikut adalah beberapa poin kunci keunggulan Udang Vaname di Sulteng:

  1. Masa Panen Cepat: Udang Vaname memiliki siklus pertumbuhan yang relatif singkat sehingga perputaran modal menjadi lebih cepat.

  2. Daya Tahan Tinggi: Komoditas ini memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap fluktuasi lingkungan di perairan Sulteng.

  3. Harga Stabil: Permintaan global yang konsisten menjaga harga jual udang tetap menguntungkan bagi petambak.

Sebagai tambahan, teknologi kincir air kini menjadi standar wajib bagi setiap tambak modern. Sebagai penutup, keberhasilan Udang Vaname ini menjadi bukti nyata kekuatan ekonomi maritim Sulawesi Tengah. Dengan demikian, visi Sulteng menjadi pusat perikanan Indonesia Timur kini selangkah lagi akan menjadi kenyataan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.