PALU – Masjid Raya Baitul Khairaat di Kota Palu menunjukkan kepedulian tinggi selama bulan suci Ramadan. Pengurus masjid secara konsisten menyiapkan sedikitnya 1.000 paket takjil gratis setiap hari untuk para jemaah dan warga yang melintas. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat berbuka puasa tepat waktu dengan sajian yang layak dan sehat.
Kegiatan rutin ini mendapatkan respons yang sangat positif dari warga sekitar. Hasilnya, halaman masjid selalu ramai oleh masyarakat yang ingin beribadah sekaligus menjalin silaturahmi.
Gotong Royong Pengurus dan Jemaah
Persiapan seribu paket takjil ini melibatkan kerja keras para pengurus masjid dan relawan. Mereka mulai memasak dan membungkus makanan sejak siang hari agar distribusi berjalan lancar. Selain itu, anggaran dana untuk kegiatan ini berasal dari donasi para jemaah serta bantuan dari berbagai donatur tetap.
Sajian yang disediakan pun cukup beragam, mulai dari kurma, kue tradisional, hingga minuman segar. Oleh karena itu, setiap warga yang datang merasa sangat terbantu dengan adanya penyediaan makanan berbuka ini. Pengelola masjid juga memastikan area pembagian tetap tertib dan bersih selama proses berlangsung.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan Ramadan dengan sesama. Dengan demikian, tidak ada warga atau musafir yang kesulitan mencari takjil saat waktu berbuka tiba,” ujar salah satu pengurus Masjid Raya Baitul Khairaat.
Baca Juga:Gempa 5,7 Guncang Boul Sulteng, BMKG: Tanpa Tsunami
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507555/original/045033100_1771498672-Masjid_Palu.jpeg)
Menjadi Pusat Syiar Islam di Kota Palu
Masjid Raya Baitul Khairaat tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah sholat semata. Melalui program takjil ini, masjid tersebut bertransformasi menjadi pusat kegiatan sosial dan syiar Islam. Bahkan, kegiatan ini seringkali menjadi momen bagi para perantau untuk merasakan suasana kekeluargaan di perantauan.
Pihak pengelola juga mengundang penceramah untuk memberikan kuliah tujuh menit (kultum) menjelang azan Magrib. Oleh sebab itu, para jemaah tidak hanya mendapatkan makanan fisik, tetapi juga mendapatkan asupan rohani yang bermanfaat. Sinergi antara ibadah dan aksi sosial ini menciptakan atmosfer Ramadan yang sangat kental di Kota Palu.
Harapan Konsistensi Hingga Akhir Ramadan
Pengurus masjid berharap jumlah donasi terus mengalir agar program ini bertahan hingga hari terakhir puasa. Pada akhirnya, semangat berbagi ini diharapkan dapat menginspirasi masjid-masjid lain di wilayah Sulawesi Tengah. Keikhlasan para relawan menjadi motor utama yang menggerakkan program mulia ini setiap harinya.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam donasi takjil masih memiliki kesempatan terbuka lebar. Dengan begitu, jangkauan pemberian takjil bisa semakin luas dan memberikan manfaat bagi lebih banyak jemaah yang membutuhkan.