Koperasi Merah Putih Besusu Tengah Dinilai Paling Siap di Kota Palu

oleh -123 Dilihat
oleh

BICARA: Lurah Besusu Tengah, Hardi Ekayanto saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (24/11/2025). Dia mengungkapkan seputar perkembangan Koperasi Merah Putih di wilayahnya.    (MOH. FUAD SAMSI/RADAR PALU)

Koperasi Merah Putih Besusu Tengah Tunjukkan Kemajuan Pesat, Dukung UMKM dan Kebutuhan Pokok Masyarakat

Mediaex Palu Sejak beroperasi lima bulan lalu, Koperasi Merah Putih (KMP) Besusu Tengah terus menunjukkan kemajuan yang signifikan dan dinilai sebagai salah satu koperasi kelurahan paling aktif dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Keberadaan koperasi ini tidak hanya sekadar menyediakan bahan pokok, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM di wilayah Besusu Tengah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Lurah Besusu Tengah, Hardi Ekayanto TSAR SSos MAP, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (24/11/2025). Menurut Hardi, KMP telah membawa perubahan nyata bagi masyarakat kelurahan, terutama dalam hal keterjangkauan harga bahan pokok dan kemudahan akses komoditas sehari-hari.

“Koperasi ini hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat. Tidak hanya menyediakan bahan pokok dengan harga yang terjangkau, tetapi juga ikut mendukung pelaku UMKM melalui ketersediaan komoditas yang stabil dan akses distribusi yang mudah,” ujar Hardi.

Latar Belakang Pembentukan Koperasi

KMP Besusu Tengah dibentuk melalui musyawarah kelurahan pada bulan Mei 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah kelurahan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, menekan inflasi harga bahan pokok, serta memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang.

Sejak awal berdirinya, koperasi ini langsung menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis, termasuk Bulog dan ID Food, sehingga distribusi bahan pokok dapat dilakukan secara rutin. Saat ini, tiga komoditas utama yang disediakan koperasi adalah:

  1. Beras

  2. Gula

  3. Minyak goreng

Kerja sama ini memungkinkan KMP untuk menjual produk dengan harga tetap di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga masyarakat tetap mampu membeli kebutuhan pokok tanpa terbebani inflasi yang tinggi.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Keberadaan KMP tidak hanya berdampak pada penurunan harga bahan pokok, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi lokal. Bagi pelaku UMKM, koperasi menyediakan akses bahan baku dengan harga stabil, sehingga mereka dapat menjaga kelangsungan usaha dan merencanakan produksi dengan lebih baik.

“Selama ini, UMKM di Besusu Tengah sering menghadapi kendala harga dan pasokan bahan baku yang fluktuatif. Dengan adanya koperasi, mereka kini memiliki jaminan stok dan harga yang relatif stabil, sehingga usaha mereka bisa berkembang,” tambah Hardi.

Selain itu, koperasi juga memfasilitasi pelatihan dan pendampingan bagi anggota, termasuk manajemen usaha, pencatatan keuangan, serta strategi pemasaran. Hal ini menjadi nilai tambah yang membuat KMP tidak sekadar lembaga distribusi, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Perspektif Masyarakat

Respon masyarakat terhadap keberadaan KMP sangat positif. Beberapa warga yang ditemui media mengungkapkan rasa puas mereka atas pelayanan koperasi, terutama terkait ketersediaan barang dan harga yang kompetitif.

“Saya rutin membeli beras dan minyak goreng di koperasi ini. Harganya jauh lebih murah dibandingkan pasar, dan stoknya selalu ada,” ujar salah satu ibu rumah tangga di Besusu Tengah.

Pelaku UMKM juga mengakui manfaat langsung dari keberadaan koperasi. “Dengan pasokan gula dan minyak dari koperasi, saya bisa menjual kue dengan harga terjangkau, tanpa khawatir kehabisan bahan baku,” ujar seorang pemilik usaha kue rumahan.

Dukungan Pemerintah dan Rencana Pengembangan

Lurah Besusu Tengah menegaskan bahwa pemerintah kelurahan akan terus mendukung koperasi, baik dari sisi regulasi, penyediaan fasilitas, maupun pendampingan teknis. Selain itu, rencana pengembangan koperasi ke depan mencakup:

  1. Penambahan komoditas pokok seperti tepung, telur, dan produk kebutuhan sehari-hari lainnya.

  2. Pengembangan sistem digital untuk mempermudah transaksi dan pemesanan bagi masyarakat.

  3. Program kemitraan UMKM untuk membantu pemasaran produk lokal ke pasar lebih luas.

  4. Pelatihan anggota koperasi dalam manajemen usaha, administrasi, dan strategi pemasaran modern.

Dengan strategi ini, KMP Besusu Tengah diharapkan tidak hanya menjadi lembaga distribusi bahan pokok, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di wilayah kelurahan.

Kesimpulan

Dalam waktu singkat, KMP Besusu Tengah telah membuktikan diri sebagai koperasi yang siap, aktif, dan berdaya guna tinggi bagi masyarakat. Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana koperasi kelurahan bisa menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal, mendukung UMKM, menstabilkan harga kebutuhan pokok, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Ke depan, keberlanjutan koperasi akan sangat tergantung pada dukungan masyarakat, inovasi dalam pengelolaan, dan kolaborasi dengan pemerintah serta mitra strategis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh warga Besusu Tengah.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.